Sabtu, 21 Juli 2018

-------- UAS SISTEM PAKAR---------

1.   Jelaskan langkah-langkah dalam membuat sistem pakar dari tugas presentase kalian. (tidak boleh copy paste sesama kelompok)
Jawab : Dalam proses pembuatan aplikasi system pakar diagnose penyakit sapi  berbasis WEB hal  yang harus dilakukan terlebi dahulu ialah sebaga berikut :
  • kumpulkan semua data terlebih dulu mengenai penyakit pada ternak Sapi dari seorang pakar yang mempunyai ahli dalam bidang peternakan
  • Setelah  data terkumpul kita kemudian Instalkan  aplikasi XAMPP sebagai local Host dan data base MySql, Bahasa pemrograman yang di pakai dalam membuat aplikasi sistem pakar ini adalah dengan mengunakan Bahasa pemrograman PHP.
  • Untuk proses pengcodeingnya kita buat dengan aplikasi  Sublime Text atau Notepad++ adalah aplikasi text editor yang digunakan untuk membuka file apapun namun biasanya para programmer menggunakannya untuk menulis code, disini kita akan membuat sebuah web, dengan beberapa fom, halam utama,konsultasi,daftar penyakit,gejala, dan login untuk admin dan Para peternak hewan sapi.
  • Pada databasenya  kita buat analisa hasil,gejala,pakar,penyakit,relasi,dan kita buat juga aturan-aturan untuk mendiaknosa penyakit sapi dengan mengunakan sebuah metode Metode (logika Fuzzy.), dimana representasi pengetahuan menggunakan kaidah produksi. Hasil pengujian aturan-aturan sistem yang diasumsikan „benar‟, program dapat berjalan dan memungkinkan variabel-variabel yang diijinkan sistem untuk disesuaikan pada saat pengambilan keputusan/solusi dapat dikerjakan.
  • Untuk tahap pengecekan  (cara pakai)
  1. Hidupkan XAMPP yang telah di install 
  2. Start Apache dan MySql 
  3. Ekstrak file hasil download 
  4. Simpan Folder sp-sapi di C:/xampp/htdocs 
  5. Buat database dengan nama pakarsapidb di phpmyadmin 
  6. Import database dengan file pakarsapidb.sql yang berada di folder sp-sapi 
  7. Buka Browser, crome atau firefox,  ketik URL localhost/sp-sapi 
  8. Untuk Halaman Admin login dengan Username: admin Password: AdminJika berhasil maka sistem pakar Untuk Mndiaknosa penyakit sapi  siap  di impelemntasikan ke dalam bidang Peternakan, dan msayarakat yang beternak Sapi.
2.   Jelaskan Knowledge Engineering Process berikut secara berurutan, gunakan bahasa sendiri sesuai yang anda pahami:


Jawab :
 Basis Pengetahuan
Basis pengetahuan merupakan inti dari suatu sistem pakar, yaitu berupa representasi pengetahuan dari pakar. Basis pengetahuan tersusun atas fakta dan kaidah. Fakta adalah informasi tentang objek, peristiwa, atau situasi. Kaidah adalah cara untuk membangkitkan suatu fakta baru dari fakta yang sudah diketahui.

Knowledge Acquisition (akuisisi pengetahuan)
Akuisisi pengetahuan melibatkan akuisisi pengetahuan dari pakar manusia, buku, dokumen atau file komputer. Pengetahaun tersebut dapat spesifik terhadap domain persoalan atau terhadap proses pemecahan masalah, dan dapat pula berupa pengetahuan umum.

Knowledge Validation  (validasi pengetahuan)
Pengetahaun harus valid dan teruji(misalnya dengan menggunakan tes kasus) hingga kualitasnya dapat  diterima. Hasil tes kasus biasanya ditunjukkan oleh pakar untuk menguji ketepatan (accuracy) dari sstem pakar.

Knowledge Representation  (representasi pengetahuan)
Representasi pengetahuan adalah suatu teknik untuk merepresentasikan basis pengetahuan yang diperoleh  dalam suatu skema / diagram tertentu sehingga dapat diketahui relasi/keterhubungan antara suatu data dengan data yang lain.

Inference Explanation and Justification  (justifikasi dan penjelasan penalaran)
Bagian ini melibatkan desain dan pemrograman ke mampuan penjelasan, misalnya kemampuan untuk  menjawab pertanyaan bagaimana komputer mendapatkan kesimpulan.

Inferensi (penalaran)
Inferensi berperan sebagai otak dari sistem pakar. inferensi berfungsi untuk memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi, berdasarkan pada basis pengetahuan yang tersedia. Di dalam mesin inferensi terjadi proses untuk memanipulasi dan mengarahkan kaidah, model, dan fakta yang disimpan dalam basis pengetahuan dalam rangka mencapai solusi atau kesimpulan. Dalam prosesnya, mesin inferensi menggunakan strategi penalaran dan strategi pengendalian. Strategi penalaran terdiri dari strategi penalaran pasti (Exact Reasoning) dan strategi penalaran tak pasti (Inexact Reasoning). Exact reasoning akan dilakukan jika semua data yang dibutuhkan untuk menarik suatu kesimpulan tersedia, sedangkan inexact reasoning dilakukan pada keadaan sebaliknya.Strategi pengendalian berfungsi sebagai panduan arah dalam melakukan prose penalaran. Terdapat tiga tehnik pengendalian yang sering digunakan, yaitu forward chaining, backward chaining, dan gabungan dari kedua teknik pengendalian tersebut.


3.    Gambarkan dan jelaskan alur diagram phase pengembangan sistem pakar secara lengkap.
Jawab : Untuk membuat suatu program sistem pakar, mulai dari konsep hingga memerlukan banyak pemikiran, rancangan, pemrograman dan debugging. Sepuluh tahap pembuatan sistem pakar terdapat pada gambar.

                                    Gambar. alur diagram phase pengembangan sistem pakar

Untuk memberikan gambaran langkah demi langkah dalam membuat sistem pakar maka akan dijelaskan bagaimana bekerjanya, langkah-langkah itu termasuk prosedur dan teknik yang digunakannya.
  • Mengidentifikasi masalah dan kebutuhan
Tahap pertama pembuatan sistem pakar ini adalah mengkaji situsi memutuskan dengan pasti tentang masalah yang akan dikomputerisasi dan apakah sistem pakar dapat membantu menjawab permasalahan tersebut.
  • Menentukan problem yang cocok
Jika masalah telah didefinisikan dengan jelas, maka langkah selanjutnya adalah mengkaji lebih dalam untuk mengetahui apakah masalah tersebut tepat untuk sistem pakar. Menganalisa masalah dimulai dengan jelas menulis pertanyaan itu sendiri. Mewawancarai orang-orang yang berhubungan dengan seseorang agar memperoleh pandangan yang berbeda.
  • Mempertimbangkan alternatif
Pertimbangan alternatif solusi lainnya adalah sistem manajemen basis data untuk masalah yang akan dikerjakan. Dengan Database Manajemen System proses yang diutamakan adalah penyimpan data atau informasi dan hanya mengakses jika diperlukan. Walaupun telah diputuskan bahwa masalah tersebut merupakan pengetahuan yang terkait dan sesuai dengan salah satu kategori yang berhubungan dengan sistem pakar.
  • Menghitung pengembalian investasi
Jika pilihan jatuh kepada sistem pakar, maka langkah berikutnya adalah menentukan apakah sistem pakar lebih mengutamakan atau tidak. Di sini harus diperhitungkan pengembalian investasi dengan jalan menganalisis biaya dengan kemungkinan keuntungan.
  • Memilih alat pengembangan
Alat pengembangan sistem pakar merupakan paket perangkat lunak yang memungkinkan untuk memasukkan pengetahuan pakar kedalam komputer tanpa harus membuat suatu program terlebih dahulu. Hampir semua alat pengembangan sistem pakar menggunakan aturan. Beberapa diantaranya menggunakan implementasi frame dan jaringan semantik.
  • Merekayasa pengetahuan
Pengembangan sistem pakar dimulai dengan merekayasa pengetahuan, yaitu bagaimana untuk memperoleh pengetahuan dapat diperoleh dengan berbagai cara seperti melalui buku, artikel-artikel ilmiah atau acuan lainya yang dapat diperoleh dari individu atau seseorang yang memang ahlinya pada bidangnya. Format atau bentuk akan menuntun dan mengarahkan dalam pemilihan skema penampilan pengetahuan yang diperoleh. Jika pengetahuan tersebut merupakan yang luar biasa maka dapat dipastikan untuk menggunakan representasi pengetahuan dalam bentuk atutan produksi. Pekerjaan mengumpulkan dan mengorganisasi kedalam bentuk yang sesuai dengan sistem pakar tersebut dikenal dengan nama Rekayasa Pengetahuan.
  • Merancang sistem
Dengan menggunakan pengetahuan yang telah diperoleh, sistem pakar siap dirancang. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah membuat garis besar masalah. Hal-hal lain yang membantu, mengorganisasi dan memahami pengetahuan tersebut. Salah satu langkah ini dilakukan adalah dengan mengidentifikasi suatu fakta, angka dan informasi lainya yang memerlukan jawaban atau pemecahan masalah yang diberikan sistem pakar, apabila sistem yang dirancang terlalu besar dan kompleks, untuk memulai penulisan aturan secara langsung dan masukan serta keluaran, maka sebaiknya dibuat garis besar yang mungkin dapat membantu untuk mengorganisasi informasi dan membaginya kedalam bagian-bagian yang kecil. Jika pengetahuan yang akan diolah telah sampai pada penyusunan prosedur sebaiknya dibuat bagan alur (flowchat), walaupun bagan alur mungkin tidak cocok untuk aplikasi sistem pakar, akan tetapi hal tersebut dapat membantu untuk memahami dan mengorganisasi pengetahuan untuk sistem pakar. Selanjutnya dengan mulai mengkonversi pengetahuan dalam bentuk kaidah IF-THEN. Sebaiknya ikuti prosedur tertentu sesuai dengan yang disarankan oleh software yang digunakan, bila sudah selesai, baru menggunakan alat untuk membuat prototype bagian sistem. Kemudian menerjemahkan bagian pengetahuan kedalam kaidah dan menguji bagian yang sudah dibuat baru. Hal ini dimaksudkan untuk menguji konsep sebelum melanjutkan pembuatan seluruh program.
  • Melengkapi pengembangan
Cara terbaik untuk mengerjakan hal ini adalah dengan jalan meluruskan bagian demi bagian secara khusus, pengetahuan itu akan dibagi kedalam potongan-potongan yang logis, masing-masing dengan blok aturan, setiap bagian diuji apakah sudah dapat berjalan sesuai yang diinginkan.
  • Menguji dan mencari masalah sistem
Sesudah sistem pakar dikembangkan, pemakai hanya perlu menyisihkan waktu untuk menguji dan mencari kesalahan. Tahap pengujian ini diusahakan untuk melihat keabsahan sistem pakar tersebut, agar jalannya sistem benar-benar sesuai dengan tujuan yang dimaksud. Penguji sistem sangat diperlukan untuk menentukan keberhasilan suatu sistem, dan melakukan perbaikan-perbaikan jika masih terjadi kesalahan.
  • Memelihara sistem
Beberapa subyek atau domain bersifat dinamis oleh karena itu sistem pakar harus selalu dipelihara dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pengetahuan itu sendiri. Salah satu contohnya dengan memperbaharui pengetahuan, mengganti pengetahuan yang sudah ketinggalan dan meluweskan sistem agar dapat lebih baik lagi dalam menyelesaikan masalahnya.
4.    Sebagai praktisi IT, jika anda diminta membuat sistem pakar, maka anda akan membuat sistem pakar apa? Mengapa?Jelaskan alasannya.
Jawab : Saya akan membuat system pakar diagnosa penyakit pada sapi, Mengapa? Karena dengan adanya system  pakar diagnosea penyakit sapi dapat memudahkan orang awam untuk mendapatkan penanganan lebih dini untuk kesehatan ternak sapi.


-------- TERIMA KASIH---------


Selasa, 17 Juli 2018

MAKALAH

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SISTEM SARAF PUSAT PADA MANUSIA BERBASIS ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING


  









OLEH :
FIRMANSYAH
01520007

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA STIMED NUSA PALAPA
MAKASSAR


KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji dan syukur seraya penyusun panjatkan ke hadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehinnga penyusun dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Sistem Pakar
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem pakar. Adapun isi dari makalah yaitu menjelaskan tentang Bisnis
Penyusun berterima kasih kepada  Ibu selaku dosen mata kuliah  Sistem pakar yang telah memberikan arahan serta bimbingan, dan juga kepada semua pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penulisan makalah ini.
Seperti pepatah mengatakan “Tak ada gading yang tak retak”. Penyusun menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Hal ini semata-mata karena keterbatasan kemampuan penyusun sendiri. Oleh karena itu, sangatlah penyusun harapkan saran dan kritik yang positif dan membangun dari semua pihak agar makalah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang.


                                                                               Makassar 9, April 2018

                                                                                           Penyusun


DAFTAR ISI



BAB I
PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Sistem Saraf Pusat (SSP) adalah sistem tubuh yang menerima dan memproses semua informasi dari seluruh bagian tubuh. Ini terdiri dari otak, sum-sum tulang belakang dan neuron. Hal ini dapat dikatakan sebagai sistem yang paling penting bagi tubuh. Pengaruh sistem saraf yakni dapat mengambil sikap terhadap adanya perubahan keadaan lingkungan yang merangsangnya (Irianto, 2004). Kebanyakan masyarakat awam sangat kurang memperhatikan kesehatan, terutama kesehatan saraf. Penyakit saraf dapat menyerang siapa saja dan ada juga penyakit saraf bawaan dari lahir. Sebagian besar masyarakat kurang memiliki pengetahuan mengenai gejala-gejala terhadap penyakit saraf pusat, sehingga mengakibatkan penanganan pada pasien menjadi terlambat. Selain itu, masyarakat enggan memeriksakan kesehatan sarafnya karena biaya yang harus dikenakan cukup mahal dan tenaga spesialis juga masih jarang dijumpai terutama di daerah pedesaan. Pada akhirnya mereka mengetahui bahwa penyakit yang diderita telah mencapai pada penyakit serius atau klimaks.
Dengan perkembangan teknologi yang sangat modern, maka dikembangkan pula suatu teknologi yang mampu mengadopsi cara berfikir manusia yaitu teknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Sistem pakar adalah salah satu bagian dari kecerdasan buatan yang menggabungkan pengetahuan dan penelusuran data untuk memecahkan masalah yang memerlukan keahlian manusia. Dari latar belakang yang telah dijelaskan mengenai manfaat sistem pakar dan kelebihan metode inferensi forward chaining, maka penulis bermaksud untuk merancang sistem pakar yang mampu melakukan diagnosis terhadap penyakit pada sistem saraf pusat dengan melihat gejala-gejala yang dialami manusia dalam keadaan sakit. Sistem pakar pendiagnosa penyakit saraf yang akan dibangun menerapkan metode inferensi forward chaining dengan judul “Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Sistem Saraf Pusat Pada Manusia Berbasis Android Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining”.
 

B. Batasan  Masalah

Agar sistem yang dibuat tidak menyimpang dari hal-hal yang telah dirumuskan sebelumnya, maka penulis membatasi apa saja yang berkaitan dengan penelitian, sebagai berikut:
1.       Jenis penyakit pada sistem saraf pusat manusia yaitu Stroke, Migrain, Parkinson, Epilepsi, Meningitis, Bell’s Palsy, Hidrosefalus, Foliomielitis, Alzheimer, dan ALS (Amythropic Lateral Sclerosis).
2.       Gejala-gejala yang berkaitan dengan penyakit pada sistem saraf pusat manusia, berdasarkan dari buku seputar penyakit saraf dan narasumber dokter yang penulis temui.

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan penelitian ini adalah membuat sistem pakar berbasis android yang mampu mendiagnosa penyakit pada sistem saraf pusat manusia sehingga pasien secara mudah dan cepat mendapatkan hasil diagnosa penyakit sistem saraf pusat.

D. Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan makalah ini, penyusun menjelaskan mengenai system pakar  dasar  yang  dimulai  dengan  bab  pendahuluan  Bab berikutnya   yaitu   bab   dua,   penyusun   menguraikan   secara   rinci  berdasarkan  data- data  yang penyusun peroleh dari buku dan internet  mengenai  kajian  teori   tentang  pengantar  system pakar, merupakan bab kesimpulan dan saran dalam makalah ini. Pada  bagian  ini, penyusun  menyimpulkan  uraian sebelumnya dan  memberikan  saran  agar  para pembaca khususnya para mahasiswa untuk lebih memahami mengenai  penerapan system pakar.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Sistem Pakar

Sistem pakar merupakan cabang dari Artifical Intelligence (AI) yang cukup tua, karena sistem ini mulai dikembangkan pada pertengahan 1960. Sistem pakar yang muncul pertamakali adalah General-Purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel dan Simon. Istilah sistem pakar berasal dari istilah knowledge-based expert system. Istilah ini muncul untuk memecahkan masalah dengan menggunakan pengetahuan seorang pakar yang dimasukkan kedalam computer.

B.     Forward Chaining

Forward Chaining merupakan proses perunutan yang dimulai dengan menampilkan kumpulan data atau fakta yang meyakinkan menuju konklusi akhir. Forward chaining bisa dikatakan sebagai strategi inference yang bermula dari sejumlah fakta yang diketahui. Pencarian dilakukan dengan menggunakan rules yang premisnya cocok dengan fakta yang diketahui tersebut untuk memperoleh fakta baru dan melanjutkan proses hingga goal dicapai atau hingga sudah tidak ada rules lagi yang premisnya cocok dengan fakta yang diketahui maupun fakta yang diperoleh.

C.    Penyakit Sistem Saraf Pusat

Sistem Saraf Pusat (SSP) adalah sistem tubuh yang menerima dan memproses seluruh informasi dari seluruh bagian tubuh. Sistem saraf pusat merupakan pusat pengaturan informasi, dimana seluruh aktivitas tubuh dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Ini terdiri dari otak dan sum-sum tulang belakang. Hal ini dapat dikatakan sebagai sistem yang paling penting bagi tubuh. Pengaruh sistem saraf yakni dapat mengambil sikap terhadap adanya perubahan keadaan lingkungan yang merangsangnya (Kus Irianto, 2004).   

D.    Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah aplikasi untuk mendiagnosa penyakit sistem saraf pusat pada manusia berbasis android menggunakan metode forward chaining. Sistem ini diharapkan dapat memudahkan pasien dan dokter untuk melakukan diagnosa penyakit melalui aplikasi berbasis android dikarenakan tingkat efektifitas dan efisiensi fungsi dari sistem itu sendiri, sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan diagnosa.

E.     Metode Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan pada penelitian, penulis menggunakan metode studi kepustakaan, wawancara, dan observasi. Berikut adalah penejelasan dari metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini :
1)              Studi Pustaka
Yaitu mengumpulkan data atau informasi dari buku-buku yang terkait dengan rancangan aplikasi, referensi buku diperoleh dari dosen pembimbing serta pemikiran individu, dan mengumpulkan data atau informasi dari situs-situs yang obyektif.
2)              Wawancara
Wawancara adalah komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari responden.
3)              Observasi
Observasi merupakan teknik atau pendekatan untuk mendapatkan data primer dengan cara mengamati langsung obyek datanya

F.     Rancangan Sistem

Tahap perancangan merupakan tahap awal dalam membuat aplikasi tahap- tahap tersebut yaitu:
1.      Perancangan Flowchart
Untuk memudahkan dalam proses penyusunan alur media, maka dibutuhkan pembuatan flowchart, beberapa simbol yang digunakan dalam perancangan flowchart yaitu:




                         
      
      Gambar Flowchart Program



2.      Desain Sistem
a)           Halaman utama



Halaman awal merupakan halaman utama dari aplikasi













Gambar Tampilan Desain Halaman utama
Pada gambar di atas merupakan halaman pembuka dari aplikasi ini.
Dimana dalam halaman ini terdiri dari slide dan beberapa tombol.


b)           Tampilan Proses Diagnosa





Gambar Tampilan Proses Diagnosa
Pada gambar di atas merupakan rancangan proses diagnosa yang digunakan pengguna untuk dapat melakukan diagnosa dan juga untuk dapat mengetahui hasil setelah melakukan diagnose
G.    Implementasi
a.       Halaman Awal
Pada halaman awal terdapat dengan tombol-tombol antara lain:
                                                  i.      Tombol Mulai Diagnosa
Ketika klik tombol mulai diagnosa maka pengguna akan melakukan diagnosa penyakit sistem saraf juga dapat mengetahiu hasil diagnosa setelah pengguna melakukan diagnosa.
                                                ii.      Tombol Bantuan
Pada menu bantuan akan menjelaskan keterangan dan cara menggunakan aplikasi tes buta warna berbasis android.
                                              iii.      Tombol Artikel
Tombol artikel akan menampilkan informasi mengenenai pengertia buta warna itu sendiri, bagaimana mata melihat warna serta tentang pengertian metode ishihara itu sendiri.





        Gambar Halaman Awal Main Menu.

H.    Keunggulan dan Kelemahan Sistem
Sistem pakar diagnosa penyakit saraf pusat pada manusia memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan, berikut adalah beberapa keunggulan dan kelemahan sistem :
1.    Keunggulan Sistem
Keunggulan aplikasi diagnosa penyakit sistem saraf pusat berbasis android menggunakan metode forward chaining diantaranya:
a.     Sistem pakar diagnosa penyakit sistem saraf pusat berbasis android yang dibuat mampu dengan mudah membantu user untuk memeriksa kesehatan seputar penyakit sistem saraf pusat, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya.
b.    Sistem pakar diagnosa penyakit sistem saraf pusat berbasis android yang dibuat telah terhubung dengan web service yang digunakan admin atau pakar.




c.     Metode forward chaining yang diterapkan bisa mengarahkan respon pengguna atas gejala yang ditanyakan sehingga memperoleh hasil yang akurat.

2.    Kelemahan Sistem
Kelemahan aplikasi diagnosa penyakit sistem saraf pusat berbasis android menggunakan metode forward chaining diantaranya:
a.     Belum adanya tampilan lengkap mengenai hasil diagnosa.
b.    User interface yang masih standar atau belum maksimal.
c.     Untuk menelusur pohon keputusan masih sulit.






BAB III
 PENUTUP


A.    KESIMPULAN


Berdasarkan kajian dan analisa data dalam penelitaian yang telah penulis lakukan dapat diambil kesimpulan diantaranya:
1.      Penelitian ini telah berhasil merancang dan membangun sistem pakar yang mampu mendiagnosa penyakit sistem saraf pusat pada manusia dengan menggunakan metode inferensi forward chaining.
2.      Gejala yang berkaitan dengan penyakit dalam penelitian ini telah berhasil direpresentasikan kedalam rule atau aturan atau kaidah produksi agar dapat di mengerti oleh computer.
3.      Berdasarkan hasil pengujian menggunakan blackbox semua fungsi aplikasi berhasil berjalan dengan baik.

B.     SARAN

Untuk pengembangan sistem pakar lebih lanjut, peneliti memberikan saran diantaranya sebaga berikut:
1.               Pengetahuan sistem pakar diagnosa penyakit sistem saraf pusat ini dapat dikembangkan dengan penambahan penyakit dan gejala apabila ditemukan gejala baru.
2.               Mengembangkan aplikasi yang dapat digunakan pada perangkat lainnya yang mempunyai sistem oprasi tersendiri seperti iPhone.


DAFTAR PUSTAKA

Admin MKKI. 2011. Indonesia Kekurangan Dokter Ahli Bedah Saraf.Fromhttp://mkki.idionline.org/berita/detail/29/indonesia_kekurangan_dok ter_ahli_bedah_saraf_, 7 November 2015
Atul Krishan dan Stuti Gupta, 2014. Journal For Research in Applied Science and Enginering Technology (IJRASET) ISSN : 2321-9653 “Neurogical Disorder Diagnosis System”.
Hamdina, 2013. “Aplikasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Gangguan Sistem Saraf pada Anak Berbasis Web Menggunakan Metode Forward Chaining”
Irianto, Kus. 2004. Struktur dan fungsi tubuh manusia. Jakarta : Yrama Widia Kusrini. 2006. Sis



Translate

Pengunjung

About

The Teknols

blog

faporit

Introduction

like jika mengunjungi blog ini

Copyright Text