MAKALAH
SISTEM PAKAR UNTUK
MENDIAGNOSA PENYAKIT SISTEM SARAF PUSAT PADA MANUSIA BERBASIS ANDROID DENGAN
MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

OLEH :
FIRMANSYAH
01520007
FIRMANSYAH
01520007
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
STIMED NUSA PALAPA
MAKASSAR
MAKASSAR
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji dan
syukur seraya penyusun panjatkan ke hadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehinnga penyusun dapat menyelesaikan makalah mata
kuliah Sistem Pakar
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem pakar. Adapun isi dari makalah yaitu
menjelaskan tentang Bisnis
Penyusun berterima kasih kepada Ibu selaku dosen mata kuliah Sistem pakar yang telah memberikan arahan
serta bimbingan, dan juga kepada semua pihak yang telah membantu baik langsung
maupun tidak langsung dalam penulisan makalah ini.
Seperti pepatah mengatakan “Tak ada gading
yang tak retak”. Penyusun menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Hal
ini semata-mata karena keterbatasan kemampuan penyusun sendiri. Oleh karena
itu, sangatlah penyusun harapkan saran dan kritik yang positif dan membangun
dari semua pihak agar makalah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa
yang akan datang.
Makassar
9, April 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem Saraf Pusat (SSP) adalah sistem tubuh yang
menerima dan memproses semua informasi dari seluruh bagian tubuh. Ini terdiri
dari otak, sum-sum tulang belakang dan neuron. Hal ini dapat dikatakan sebagai
sistem yang paling penting bagi tubuh. Pengaruh sistem saraf yakni dapat
mengambil sikap terhadap adanya perubahan keadaan lingkungan yang merangsangnya
(Irianto, 2004). Kebanyakan masyarakat awam sangat kurang memperhatikan
kesehatan, terutama kesehatan saraf. Penyakit saraf dapat menyerang siapa saja
dan ada juga penyakit saraf bawaan dari lahir. Sebagian besar masyarakat kurang
memiliki pengetahuan mengenai gejala-gejala terhadap penyakit saraf pusat,
sehingga mengakibatkan penanganan pada pasien menjadi terlambat. Selain itu,
masyarakat enggan memeriksakan kesehatan sarafnya karena biaya yang harus
dikenakan cukup mahal dan tenaga spesialis juga masih jarang dijumpai terutama
di daerah pedesaan. Pada akhirnya mereka mengetahui bahwa penyakit yang
diderita telah mencapai pada penyakit serius atau klimaks.
Dengan perkembangan teknologi yang sangat modern, maka
dikembangkan pula suatu teknologi yang mampu mengadopsi cara berfikir manusia
yaitu teknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Sistem pakar
adalah salah satu bagian dari kecerdasan buatan yang menggabungkan pengetahuan
dan penelusuran data untuk memecahkan masalah yang memerlukan keahlian manusia.
Dari latar belakang yang telah dijelaskan mengenai manfaat sistem pakar dan
kelebihan metode inferensi forward chaining, maka penulis bermaksud untuk
merancang sistem pakar yang mampu melakukan diagnosis terhadap penyakit pada
sistem saraf pusat dengan melihat gejala-gejala yang dialami manusia dalam
keadaan sakit. Sistem pakar pendiagnosa penyakit saraf yang akan dibangun
menerapkan metode inferensi forward chaining dengan judul “Sistem Pakar Untuk
Mendiagnosa Penyakit Sistem Saraf Pusat Pada Manusia Berbasis Android Dengan
Menggunakan Metode Forward Chaining”.
B. Batasan Masalah
Agar sistem yang dibuat tidak
menyimpang dari hal-hal yang telah dirumuskan sebelumnya, maka penulis
membatasi apa saja yang berkaitan dengan penelitian, sebagai berikut:
1. Jenis penyakit pada sistem saraf pusat manusia yaitu Stroke, Migrain, Parkinson, Epilepsi, Meningitis,
Bell’s Palsy, Hidrosefalus, Foliomielitis, Alzheimer, dan ALS (Amythropic Lateral Sclerosis).
2. Gejala-gejala yang berkaitan dengan penyakit pada sistem saraf pusat
manusia, berdasarkan dari buku seputar penyakit saraf dan narasumber dokter
yang penulis temui.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah
diuraikan, maka tujuan penelitian ini adalah membuat sistem pakar berbasis android yang mampu mendiagnosa penyakit
pada sistem saraf pusat manusia sehingga pasien secara mudah dan cepat
mendapatkan hasil diagnosa penyakit sistem saraf pusat.
D. Manfaat Penulisan
Manfaat
penulisan makalah ini, penyusun menjelaskan mengenai system pakar dasar
yang dimulai dengan
bab pendahuluan Bab berikutnya yaitu
bab dua, penyusun
menguraikan secara rinci berdasarkan data- data
yang penyusun peroleh dari buku dan internet mengenai kajian teori
tentang pengantar system pakar, merupakan bab kesimpulan dan
saran dalam makalah ini. Pada bagian ini, penyusun
menyimpulkan uraian sebelumnya
dan memberikan saran agar para pembaca khususnya para mahasiswa untuk
lebih memahami mengenai penerapan system pakar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sistem Pakar
Sistem pakar merupakan cabang dari Artifical Intelligence (AI) yang cukup
tua, karena sistem ini mulai dikembangkan pada pertengahan 1960. Sistem pakar
yang muncul pertamakali adalah General-Purpose
Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel dan Simon. Istilah sistem
pakar berasal dari istilah knowledge-based
expert system. Istilah ini muncul untuk memecahkan masalah dengan
menggunakan pengetahuan seorang pakar yang dimasukkan kedalam computer.
B. Forward Chaining
Forward
Chaining merupakan proses perunutan yang dimulai
dengan menampilkan kumpulan data atau fakta yang meyakinkan menuju konklusi
akhir. Forward chaining bisa
dikatakan sebagai strategi inference yang bermula dari sejumlah fakta yang
diketahui. Pencarian dilakukan dengan menggunakan rules yang premisnya cocok
dengan fakta yang diketahui tersebut untuk memperoleh fakta baru dan
melanjutkan proses hingga goal dicapai atau hingga sudah tidak ada rules lagi
yang premisnya cocok dengan fakta yang diketahui maupun fakta yang diperoleh.
C. Penyakit Sistem Saraf Pusat
Sistem Saraf Pusat (SSP) adalah sistem tubuh
yang menerima dan memproses seluruh informasi dari seluruh bagian tubuh. Sistem
saraf pusat merupakan pusat pengaturan informasi, dimana seluruh aktivitas
tubuh dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Ini terdiri dari otak dan sum-sum
tulang belakang. Hal ini dapat dikatakan sebagai sistem yang paling penting
bagi tubuh. Pengaruh sistem saraf yakni dapat mengambil sikap terhadap adanya
perubahan keadaan lingkungan yang merangsangnya (Kus Irianto, 2004).
D. Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah aplikasi untuk
mendiagnosa penyakit sistem saraf pusat pada manusia berbasis android
menggunakan metode forward chaining.
Sistem ini diharapkan dapat memudahkan pasien dan dokter untuk melakukan
diagnosa penyakit melalui aplikasi berbasis android dikarenakan tingkat
efektifitas dan efisiensi fungsi dari sistem itu sendiri, sehingga memudahkan
pengguna untuk melakukan diagnosa.
E. Metode Pengumpulan Data
Dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan
pada penelitian, penulis menggunakan metode studi kepustakaan, wawancara, dan
observasi. Berikut adalah penejelasan dari metode pengumpulan data yang penulis
gunakan dalam penelitian ini :
1)
Studi Pustaka
Yaitu mengumpulkan data atau informasi dari
buku-buku yang terkait dengan rancangan aplikasi, referensi buku diperoleh dari
dosen pembimbing serta pemikiran individu, dan mengumpulkan data atau informasi
dari situs-situs yang obyektif.
2)
Wawancara
Wawancara adalah komunikasi dua arah untuk mendapatkan
data dari responden.
3)
Observasi
Observasi merupakan teknik atau pendekatan
untuk mendapatkan data primer dengan cara mengamati langsung obyek datanya
F. Rancangan Sistem
Tahap perancangan merupakan tahap awal dalam membuat
aplikasi tahap- tahap tersebut yaitu:
1. Perancangan Flowchart
Untuk memudahkan dalam proses
penyusunan alur media, maka dibutuhkan pembuatan flowchart, beberapa simbol yang digunakan dalam perancangan flowchart yaitu:

Gambar
Flowchart Program
2.
Desain Sistem
a)
Halaman utama

Halaman awal merupakan halaman utama dari aplikasi
Gambar Tampilan Desain Halaman utama
Pada gambar di
atas merupakan halaman pembuka dari aplikasi ini.
Dimana dalam
halaman ini terdiri dari slide dan
beberapa tombol.
b)
Tampilan Proses Diagnosa
![]() |
Gambar Tampilan Proses
Diagnosa
Pada gambar di atas merupakan rancangan proses diagnosa
yang digunakan pengguna untuk dapat melakukan diagnosa dan juga untuk dapat
mengetahui hasil setelah melakukan diagnose
G. Implementasi
a.
Halaman Awal
Pada halaman
awal terdapat dengan tombol-tombol antara lain:
i.
Tombol Mulai Diagnosa
Ketika klik tombol mulai diagnosa
maka pengguna akan melakukan diagnosa penyakit sistem saraf juga dapat
mengetahiu hasil diagnosa setelah pengguna melakukan diagnosa.
ii.
Tombol Bantuan
Pada menu bantuan akan menjelaskan
keterangan dan cara menggunakan aplikasi tes buta warna berbasis android.
iii.
Tombol Artikel
Tombol artikel akan menampilkan informasi
mengenenai pengertia buta warna itu sendiri, bagaimana mata melihat warna serta
tentang pengertian metode ishihara itu sendiri.
![]() |
H.
Keunggulan dan Kelemahan Sistem
Sistem pakar diagnosa penyakit saraf
pusat pada manusia memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan, berikut adalah
beberapa keunggulan dan kelemahan sistem :
1.
Keunggulan Sistem
Keunggulan aplikasi diagnosa penyakit sistem saraf pusat berbasis
android menggunakan metode forward
chaining diantaranya:
a. Sistem pakar diagnosa penyakit sistem saraf pusat berbasis android
yang dibuat mampu dengan mudah membantu user untuk memeriksa kesehatan seputar
penyakit sistem saraf pusat, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya.
b. Sistem pakar diagnosa penyakit sistem saraf pusat berbasis android
yang dibuat telah terhubung dengan web
service yang digunakan admin atau pakar.
c. Metode forward chaining yang
diterapkan bisa mengarahkan respon pengguna atas gejala yang ditanyakan
sehingga memperoleh hasil yang akurat.
2. Kelemahan Sistem
Kelemahan aplikasi diagnosa penyakit sistem saraf pusat
berbasis android menggunakan metode forward
chaining diantaranya:
a.
Belum adanya tampilan lengkap
mengenai hasil diagnosa.
b.
User interface yang masih
standar atau belum maksimal.
c.
Untuk menelusur pohon keputusan
masih sulit.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan
kajian dan analisa data dalam penelitaian yang telah penulis lakukan dapat
diambil kesimpulan diantaranya:
1.
Penelitian ini telah berhasil
merancang dan membangun sistem pakar yang mampu mendiagnosa penyakit sistem
saraf pusat pada manusia dengan menggunakan metode inferensi forward chaining.
2.
Gejala yang berkaitan dengan
penyakit dalam penelitian ini telah berhasil direpresentasikan kedalam rule
atau aturan atau kaidah produksi agar dapat di mengerti oleh computer.
3.
Berdasarkan hasil pengujian
menggunakan blackbox semua fungsi aplikasi berhasil berjalan dengan baik.
B. SARAN
Untuk pengembangan sistem pakar lebih lanjut, peneliti memberikan
saran diantaranya sebaga berikut:
1.
Pengetahuan sistem pakar
diagnosa penyakit sistem saraf pusat ini dapat dikembangkan dengan penambahan
penyakit dan gejala apabila ditemukan gejala
baru.
2.
Mengembangkan aplikasi yang
dapat digunakan pada perangkat lainnya yang mempunyai sistem oprasi tersendiri
seperti iPhone.
DAFTAR PUSTAKA
Admin MKKI. 2011. Indonesia
Kekurangan Dokter Ahli Bedah Saraf.Fromhttp://mkki.idionline.org/berita/detail/29/indonesia_kekurangan_dok
ter_ahli_bedah_saraf_, 7 November 2015
Atul Krishan dan Stuti Gupta, 2014. Journal For Research in Applied Science and Enginering Technology (IJRASET)
ISSN : 2321-9653 “Neurogical Disorder
Diagnosis System”.
Hamdina, 2013. “Aplikasi
Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Gangguan Sistem Saraf pada Anak
Berbasis Web Menggunakan Metode Forward Chaining”
Irianto, Kus. 2004. Struktur
dan fungsi tubuh manusia. Jakarta : Yrama Widia Kusrini. 2006. Sis


Tidak ada komentar:
Posting Komentar