Selasa, 17 Juli 2018

MAKALAH

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SISTEM SARAF PUSAT PADA MANUSIA BERBASIS ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING


  









OLEH :
FIRMANSYAH
01520007

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA STIMED NUSA PALAPA
MAKASSAR


KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji dan syukur seraya penyusun panjatkan ke hadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehinnga penyusun dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Sistem Pakar
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem pakar. Adapun isi dari makalah yaitu menjelaskan tentang Bisnis
Penyusun berterima kasih kepada  Ibu selaku dosen mata kuliah  Sistem pakar yang telah memberikan arahan serta bimbingan, dan juga kepada semua pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penulisan makalah ini.
Seperti pepatah mengatakan “Tak ada gading yang tak retak”. Penyusun menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Hal ini semata-mata karena keterbatasan kemampuan penyusun sendiri. Oleh karena itu, sangatlah penyusun harapkan saran dan kritik yang positif dan membangun dari semua pihak agar makalah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang.


                                                                               Makassar 9, April 2018

                                                                                           Penyusun


DAFTAR ISI



BAB I
PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Sistem Saraf Pusat (SSP) adalah sistem tubuh yang menerima dan memproses semua informasi dari seluruh bagian tubuh. Ini terdiri dari otak, sum-sum tulang belakang dan neuron. Hal ini dapat dikatakan sebagai sistem yang paling penting bagi tubuh. Pengaruh sistem saraf yakni dapat mengambil sikap terhadap adanya perubahan keadaan lingkungan yang merangsangnya (Irianto, 2004). Kebanyakan masyarakat awam sangat kurang memperhatikan kesehatan, terutama kesehatan saraf. Penyakit saraf dapat menyerang siapa saja dan ada juga penyakit saraf bawaan dari lahir. Sebagian besar masyarakat kurang memiliki pengetahuan mengenai gejala-gejala terhadap penyakit saraf pusat, sehingga mengakibatkan penanganan pada pasien menjadi terlambat. Selain itu, masyarakat enggan memeriksakan kesehatan sarafnya karena biaya yang harus dikenakan cukup mahal dan tenaga spesialis juga masih jarang dijumpai terutama di daerah pedesaan. Pada akhirnya mereka mengetahui bahwa penyakit yang diderita telah mencapai pada penyakit serius atau klimaks.
Dengan perkembangan teknologi yang sangat modern, maka dikembangkan pula suatu teknologi yang mampu mengadopsi cara berfikir manusia yaitu teknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Sistem pakar adalah salah satu bagian dari kecerdasan buatan yang menggabungkan pengetahuan dan penelusuran data untuk memecahkan masalah yang memerlukan keahlian manusia. Dari latar belakang yang telah dijelaskan mengenai manfaat sistem pakar dan kelebihan metode inferensi forward chaining, maka penulis bermaksud untuk merancang sistem pakar yang mampu melakukan diagnosis terhadap penyakit pada sistem saraf pusat dengan melihat gejala-gejala yang dialami manusia dalam keadaan sakit. Sistem pakar pendiagnosa penyakit saraf yang akan dibangun menerapkan metode inferensi forward chaining dengan judul “Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Sistem Saraf Pusat Pada Manusia Berbasis Android Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining”.
 

B. Batasan  Masalah

Agar sistem yang dibuat tidak menyimpang dari hal-hal yang telah dirumuskan sebelumnya, maka penulis membatasi apa saja yang berkaitan dengan penelitian, sebagai berikut:
1.       Jenis penyakit pada sistem saraf pusat manusia yaitu Stroke, Migrain, Parkinson, Epilepsi, Meningitis, Bell’s Palsy, Hidrosefalus, Foliomielitis, Alzheimer, dan ALS (Amythropic Lateral Sclerosis).
2.       Gejala-gejala yang berkaitan dengan penyakit pada sistem saraf pusat manusia, berdasarkan dari buku seputar penyakit saraf dan narasumber dokter yang penulis temui.

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan penelitian ini adalah membuat sistem pakar berbasis android yang mampu mendiagnosa penyakit pada sistem saraf pusat manusia sehingga pasien secara mudah dan cepat mendapatkan hasil diagnosa penyakit sistem saraf pusat.

D. Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan makalah ini, penyusun menjelaskan mengenai system pakar  dasar  yang  dimulai  dengan  bab  pendahuluan  Bab berikutnya   yaitu   bab   dua,   penyusun   menguraikan   secara   rinci  berdasarkan  data- data  yang penyusun peroleh dari buku dan internet  mengenai  kajian  teori   tentang  pengantar  system pakar, merupakan bab kesimpulan dan saran dalam makalah ini. Pada  bagian  ini, penyusun  menyimpulkan  uraian sebelumnya dan  memberikan  saran  agar  para pembaca khususnya para mahasiswa untuk lebih memahami mengenai  penerapan system pakar.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Sistem Pakar

Sistem pakar merupakan cabang dari Artifical Intelligence (AI) yang cukup tua, karena sistem ini mulai dikembangkan pada pertengahan 1960. Sistem pakar yang muncul pertamakali adalah General-Purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel dan Simon. Istilah sistem pakar berasal dari istilah knowledge-based expert system. Istilah ini muncul untuk memecahkan masalah dengan menggunakan pengetahuan seorang pakar yang dimasukkan kedalam computer.

B.     Forward Chaining

Forward Chaining merupakan proses perunutan yang dimulai dengan menampilkan kumpulan data atau fakta yang meyakinkan menuju konklusi akhir. Forward chaining bisa dikatakan sebagai strategi inference yang bermula dari sejumlah fakta yang diketahui. Pencarian dilakukan dengan menggunakan rules yang premisnya cocok dengan fakta yang diketahui tersebut untuk memperoleh fakta baru dan melanjutkan proses hingga goal dicapai atau hingga sudah tidak ada rules lagi yang premisnya cocok dengan fakta yang diketahui maupun fakta yang diperoleh.

C.    Penyakit Sistem Saraf Pusat

Sistem Saraf Pusat (SSP) adalah sistem tubuh yang menerima dan memproses seluruh informasi dari seluruh bagian tubuh. Sistem saraf pusat merupakan pusat pengaturan informasi, dimana seluruh aktivitas tubuh dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Ini terdiri dari otak dan sum-sum tulang belakang. Hal ini dapat dikatakan sebagai sistem yang paling penting bagi tubuh. Pengaruh sistem saraf yakni dapat mengambil sikap terhadap adanya perubahan keadaan lingkungan yang merangsangnya (Kus Irianto, 2004).   

D.    Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah aplikasi untuk mendiagnosa penyakit sistem saraf pusat pada manusia berbasis android menggunakan metode forward chaining. Sistem ini diharapkan dapat memudahkan pasien dan dokter untuk melakukan diagnosa penyakit melalui aplikasi berbasis android dikarenakan tingkat efektifitas dan efisiensi fungsi dari sistem itu sendiri, sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan diagnosa.

E.     Metode Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan pada penelitian, penulis menggunakan metode studi kepustakaan, wawancara, dan observasi. Berikut adalah penejelasan dari metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini :
1)              Studi Pustaka
Yaitu mengumpulkan data atau informasi dari buku-buku yang terkait dengan rancangan aplikasi, referensi buku diperoleh dari dosen pembimbing serta pemikiran individu, dan mengumpulkan data atau informasi dari situs-situs yang obyektif.
2)              Wawancara
Wawancara adalah komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari responden.
3)              Observasi
Observasi merupakan teknik atau pendekatan untuk mendapatkan data primer dengan cara mengamati langsung obyek datanya

F.     Rancangan Sistem

Tahap perancangan merupakan tahap awal dalam membuat aplikasi tahap- tahap tersebut yaitu:
1.      Perancangan Flowchart
Untuk memudahkan dalam proses penyusunan alur media, maka dibutuhkan pembuatan flowchart, beberapa simbol yang digunakan dalam perancangan flowchart yaitu:




                         
      
      Gambar Flowchart Program



2.      Desain Sistem
a)           Halaman utama



Halaman awal merupakan halaman utama dari aplikasi













Gambar Tampilan Desain Halaman utama
Pada gambar di atas merupakan halaman pembuka dari aplikasi ini.
Dimana dalam halaman ini terdiri dari slide dan beberapa tombol.


b)           Tampilan Proses Diagnosa





Gambar Tampilan Proses Diagnosa
Pada gambar di atas merupakan rancangan proses diagnosa yang digunakan pengguna untuk dapat melakukan diagnosa dan juga untuk dapat mengetahui hasil setelah melakukan diagnose
G.    Implementasi
a.       Halaman Awal
Pada halaman awal terdapat dengan tombol-tombol antara lain:
                                                  i.      Tombol Mulai Diagnosa
Ketika klik tombol mulai diagnosa maka pengguna akan melakukan diagnosa penyakit sistem saraf juga dapat mengetahiu hasil diagnosa setelah pengguna melakukan diagnosa.
                                                ii.      Tombol Bantuan
Pada menu bantuan akan menjelaskan keterangan dan cara menggunakan aplikasi tes buta warna berbasis android.
                                              iii.      Tombol Artikel
Tombol artikel akan menampilkan informasi mengenenai pengertia buta warna itu sendiri, bagaimana mata melihat warna serta tentang pengertian metode ishihara itu sendiri.





        Gambar Halaman Awal Main Menu.

H.    Keunggulan dan Kelemahan Sistem
Sistem pakar diagnosa penyakit saraf pusat pada manusia memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan, berikut adalah beberapa keunggulan dan kelemahan sistem :
1.    Keunggulan Sistem
Keunggulan aplikasi diagnosa penyakit sistem saraf pusat berbasis android menggunakan metode forward chaining diantaranya:
a.     Sistem pakar diagnosa penyakit sistem saraf pusat berbasis android yang dibuat mampu dengan mudah membantu user untuk memeriksa kesehatan seputar penyakit sistem saraf pusat, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya.
b.    Sistem pakar diagnosa penyakit sistem saraf pusat berbasis android yang dibuat telah terhubung dengan web service yang digunakan admin atau pakar.




c.     Metode forward chaining yang diterapkan bisa mengarahkan respon pengguna atas gejala yang ditanyakan sehingga memperoleh hasil yang akurat.

2.    Kelemahan Sistem
Kelemahan aplikasi diagnosa penyakit sistem saraf pusat berbasis android menggunakan metode forward chaining diantaranya:
a.     Belum adanya tampilan lengkap mengenai hasil diagnosa.
b.    User interface yang masih standar atau belum maksimal.
c.     Untuk menelusur pohon keputusan masih sulit.






BAB III
 PENUTUP


A.    KESIMPULAN


Berdasarkan kajian dan analisa data dalam penelitaian yang telah penulis lakukan dapat diambil kesimpulan diantaranya:
1.      Penelitian ini telah berhasil merancang dan membangun sistem pakar yang mampu mendiagnosa penyakit sistem saraf pusat pada manusia dengan menggunakan metode inferensi forward chaining.
2.      Gejala yang berkaitan dengan penyakit dalam penelitian ini telah berhasil direpresentasikan kedalam rule atau aturan atau kaidah produksi agar dapat di mengerti oleh computer.
3.      Berdasarkan hasil pengujian menggunakan blackbox semua fungsi aplikasi berhasil berjalan dengan baik.

B.     SARAN

Untuk pengembangan sistem pakar lebih lanjut, peneliti memberikan saran diantaranya sebaga berikut:
1.               Pengetahuan sistem pakar diagnosa penyakit sistem saraf pusat ini dapat dikembangkan dengan penambahan penyakit dan gejala apabila ditemukan gejala baru.
2.               Mengembangkan aplikasi yang dapat digunakan pada perangkat lainnya yang mempunyai sistem oprasi tersendiri seperti iPhone.


DAFTAR PUSTAKA

Admin MKKI. 2011. Indonesia Kekurangan Dokter Ahli Bedah Saraf.Fromhttp://mkki.idionline.org/berita/detail/29/indonesia_kekurangan_dok ter_ahli_bedah_saraf_, 7 November 2015
Atul Krishan dan Stuti Gupta, 2014. Journal For Research in Applied Science and Enginering Technology (IJRASET) ISSN : 2321-9653 “Neurogical Disorder Diagnosis System”.
Hamdina, 2013. “Aplikasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Gangguan Sistem Saraf pada Anak Berbasis Web Menggunakan Metode Forward Chaining”
Irianto, Kus. 2004. Struktur dan fungsi tubuh manusia. Jakarta : Yrama Widia Kusrini. 2006. Sis



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Pengunjung

About

The Teknols

blog

faporit

Introduction

like jika mengunjungi blog ini

Copyright Text